Call Center: 112 email: [email protected]

MATARAM TANGGAP COVID-19

APEL SENIN "SIAGA VIRUS COVID-19"

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menghimbau kepada seluruh jajaran apratur Sipil Negara Kota Mataram untuk tidak panik namun tetap waspada terkait penyebaran virus Corona (Covid-19), demikian disampaikan pada saat memimpin apel pagi senin, 16/3/2020 dihalaman kantor Walikota Mataram.

Pemerintah Kota Mataram telah mengambil kebijakan mulai hari Senin semua Sekolah diliburkan kecuali yang menghadapi ujian. Ahyar Abduh berpesan disetiap kantor untuk disiapkan alat pembersih tangan (hand sanitizer), alat pengukur suhu tubuh dan untuk dua kali senin apel ditiadakan. 

Pada kesempatan apel kali ini yang diikuti oleh Sekda, Staf Ahli, para asisten, Camat dan Lurah serta seluruh ASN Kota Mataram, Dinas Kesehatan dan Rumah sakit Umum Daerah Kota Mataram melakukan Sosialisasi terkait Corona virus (Covid-19). 

Dr Risky spesialis paru RSUD Kota Mataram menyampaikan gejala terpaparnya virus corona, hari pertama sampai ketiga belum terlihat gejalanya, pada hari keempat dan lima terasa demam tinggi, nyeri telan dan tidak enak.makan. Bila suhu mencampai 7,5 hingga 8 harus lebih waspada. Dianjurkan untuk segera diperiksakan dan melakukan isolasi, kemudian pihak rumah sakit akan melakukan eliminasi apakah ada infeksi atau tidak dan apakah sudah melakukan kontak erat atau tidak. Virus ini akan bertahan hingga 14 hari sembuh dengan sendirinya, namun dianjurkan untuk banyak beristirahat tidak berkumpul ditempat umum atau orang banyak.

Sementara itu dr. Arif spesialis THT RSUD Kota Mataram menyampaikan cara pencegahan virus Corona (Covid-19) , hindari tubuh yang lemah/ jaga ketahanan tubuh, makan dan istirahat yang cukup serta banyak.minum air. Selanjutnya menghindari tempat ramai, tempat wisata, dan memastikan trapik sebelumnya bila berkumpul dengan keluarga, tidak lupa mencuci tangan, menggunakan masker bagi yang sakit dan beresiko secara simultan serta memperbanyak berdo'a dan tetap tenang

Dirut RSUD Kota Mataram, dr. H. L. Herman Mahaputra, M. Kes. mengatakan walaupun bukan merupakan rumah sakit resmi menjadi rujukan, namun telah melakukan antisipasi dengan menerapkan aturan membatasi pintu-pintu masuk bagi kunjungan keluarga pasien, akan lebih ketat. Setiap keluarga hanya satu orang yang diperbolehkan menjaga pasien dan menggunakan masker seraya memohon ijin kepada Walikota Matara, untuk apel ditiadakan sementara waktu. 

Related News