Call Center: 112 email: [email protected]

MATARAM TANGGAP COVID-19

Walikota Hadiri Musrenbang RKPD Tingkat Provinsi NTB

Mataram-Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi NTB Tahun 2021, melalui video teleconference (vidcon) bertempat di Aula Pendopo Walikota Mataram, Selasa (28/04/2020). Hadir pada acara tersebut Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, beserta seluruh kepala daerah kabupaten dan kota se-NTB.

Pada Musrenbang RKPD Provinsi NTB Tahun 2021 Menteri Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan dampak Covid-19 telah mempengaruhi ekonomi global yang berdampak pada strategi pembangunan nasional. “krisis dunia, mempengaruhi perencanaan keuangan dan pembangunan nasional” ungkapnya.

Dengan perubahan pembangunan nasional tersebut kemudian berdampak pada pembangunan ditingkat daerah yang tercermin melalui perubahan APBD yang melakukan refocusing dan realokasi anggaran penangan Covid-19.

Suharso melanjutkan focus pembangunan pada tahun 2021 telah bergeser menjadi reformasi sosial yang meliputi antara lain reformasi kesehatan nasional dan pemulihan investasi dan pariwisata.

Adapun, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menjelaskan selama pandemi Covid-19 pemerintah provinsi tetap memperhatikan pembangunan NTB dengan fokus kepada visi dan misi yang telah dicanangkan, walaupun saat ini sedang mengikuti kebijakan untuk melakukan penanganan kesehatan, pemulihan dampak ekonomi serta melakukan jaring pengaman sosial (JPS) sebagai bentuk komitmen bersama untuk menanganani dampak penyebaran Covid-19.

Sementara itu Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menerangkan selain fokus penanganan dampak kesehatan, sosial dan ekonomi, pada tahun 2021 pembangunan Kota Mataram juga berkomitmen untuk menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram tahun 2016-2021.

“Seperti pembangunan ruang ekonomi kreatif dengan memperhatikan sumber pendapatan daerah terbesar Kota Mataram yang bersumber dari jasa dan perdagangan.” ujarnya,


Selain itu melakukan pengadaan alat pengolah sampah, sebagai langkah mengatasi masalah sampah di Kota Mataram, hal ini sejalan dengan program provinsi NTB dalam penanganan sampah yaitu zero waste.

Pengusulan pembangunan pemecah gelombang di pinggir pantai, pembuatan bendungan sungai, penataan rumah nelayan, peningkatan infrastruktur jalan, serta membangun dermaga khusus pariwisata yakni antara Mapak (Kota Mataram) dengan Karang Asem (Provinsi Bali).

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh berharap dari semua rencana beserta usulan pembangunan mendapat respon dan perhatian dari Gubernur NTB dan pihak-pihak terkait.

Related News